Sabtu, 20 Agustus 2011

_Saat Dia tak Memilihku_

Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, matahari bersinar sangat terik siang itu. Hujan telah lama tak membasahi bumi tempat kelahiran Tuanku Imam Bonjol seorang pahlawan kebangaan penduduk Sumatera Barat itu, sehingga debu beterbangan kian kemari, sesekali melesat masuk kerongga mata yang tak pelak akan membuat si empunya mata akan merasa perih.

Indah mempercepat langkahnya, yang ada difikirannya sa’at ini adalah segera sampai di kantor tempat dia bekerja, kebetulan hari ini dia masuk agak telat karena malam tadi pukul 9 WIB neneknya meninggal, jadi dia harus masuk kerja setelah acara pemakaman selesai.

“Aduh.. panas nya…” Indah membatin , seraya mengayunkan secarik kertas ke wajahnya sehingga membuat jilbab hitam yang ia kenakan menari kian kemari. Langkahnya terhenti tatkala sebuah angkutan umum berhenti disampingnya, diapun lalu menaiki angkutan umum berwarna hijau tua itu. Rasa lelah dan gerah sedikit berkurang karena angkot melaju dengan cepat sehingga angin menyeruak masuk dan ikut nongkrong di dalam angkot . Didalam angkot itu tak hanya dia sendiri ,ada beberapa anak sekolahan dan ibu-ibu yang sepertinya juga habis dari kantor dan sekolahnya masing-masing. Semua larut dalam fikiran masing-masing. Kali aja mereka mikirin menu buka puasa untuk kelurga di rumah,bisik Indah dalam hatinya, kebetulan hari ini adalah hari ke empat puasa Ramadhan.


“Stop di depan ya Pak….” seru Indah, diapun turun dengan tak lupa membayar sewa dan ucapan terima kasih kepada pak Sopir karena dia telah sampai di depan kantornya dengan selamat, dan tentunya atas izin Allah jua.

Setelah selesai membereskan ruang kerjanya,Indah kembali berkutat dengan perkejaan nya, komputerpun dinyalakan. Diawali dengan menyelesaikan semua laporan keuangan karena akan segera di kirim ke pimpinan yang sekarang sedang berada di luar kota.

Setelah semua selesai, untuk mengisi waktu luangnya, Indah membuka Yahoo massanger, niat hatinya untuk menyapa sang kakak yang sedang sibuk bekerja di kantornya, di pulau seberang. Meskipun tak pernah bertatap muka, tapi bagi Indah itu lebih dari cukup, karena baginya untuk menjadi saudara itu tak selalu harus dengan orang yang berada disekitar atau harus selalu dengan orang yang dekat dengan kita atau sedarah, Karena menurutnya umat muslim itu bersaudara.

“ Assalamu’alaikum wr wb kak…udah sholat dzuhur blum, selamat beraktifitas” sapa indah singkat, karena dia tau, jam segini pasti kakanya udah sholat. Karena waktu daerah mereka berbeda 1 jam.”
“ Wa’alaikumsalam wr wb.. alhamdulillah sudah Dik, kok baru nongol jam segini..?” tanya sang kakak.

“ ia kak..habis dari makam.. nenek meninggal” jawab Indah singkat”.
“ Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji’un.” balas sang kakak dari seberang sana.

Saat mereka dengan asik bercerita, tiba-tiba masuk sebuah email dari salah seorang teman Indah, isi emailnya tentang undangan pernikahan temannya itu. Di sana terpampang jelas sebuah gambar undangan pernikahan lengkap dengan foto prawedding sang teman, Indah sedikit terkesima melihat foto sang mempelai laki-laki. Indah kaget bercampur haru. Ternyata si lelaki adalah seseorang yang selama ini Indah sukai, meski itu dalam diam.


Meskipun mereka pernah dekat, tapi itu hanya sebatas teman biasa, dan Indahpun tak pernah punya nyali untuk mengutarakan isi hatinya,kecuali pada diary yang senantiasa setia mendengar setiap curhatan Indah. Paling-paling indah hanya menuangkan dalam sebuah puisi.


Di penghujung senja..
Duduk termenung seorang diri…
Galau tak menentu..
Resah tak karuan..


Sedih..tapi tak tau sebabnya apa
Ku hanya tau…rasa itu mulai menggerogotiku lagi....
Dia mulai menghantui hatiku lagi..


Rasa takut kehilangan…
Rasa cemburu yang membuat dada sesak..
Rasa rindu pada sosok yang masih belum halal bagiku


Kemana harus kumengadu…

Ke langit biru…? Dia malah menertawakanku..seraya berkata “ salahmu wahai temanku…karna kau tak sabar menyinsing waktu”..


Akupun tertunduk….dan berkata..” kau benar”..

Akupun mengeluh pada angin yang menderu....

Dan dia berucap “bukankah kau tau teman…bermain hati akan mengotori hatimu sendiri…?”

Benar pula apa yang kau kata wahai angin…

tapi.....

Belum selesai aku membalas kata’nya…
Matahari yang siap masuk ke peraduannya menyela

“ Temanku sayang….lupa kah kau bahwa Allah akan Menguji kamu pada hal yang cenderung sangat kamu cintai dan sayangi…Allah akan menilai Imanmu disana…dan kau juga perlu ingat bahwa nafsu dan syetan juga selalu mengintai ….”

Aku Terperangah mendengar kata’ nya….lidahku kelu..ingin ku ucapkan beribu kata untuk memenangkn hati dan perasaanku…tapi sia’..aku tak mampu

Ya Allah…Aku harus gimana…agar hatiku kembali tentram…agar hilang sesak didada…

Aku Kembali Tertunduk…

Dari kejauhan aku medengar suara halus yang selama ini setia mengingatkanku,,,dia berucap


..” Wahai kekasihku…Sabar….Lupakah kau akan tujuan Hidup yang sesungguhnya…? Lupakah kau akan inginmu…inginku…Lupakah kau…Hakikat Cinta yang sesungguhnya..? apa perlu ku ingatkan kembali bahwa Cinta yang Sesungguhnya itu hanya untuk Allah..? tak rindukah kau menjadi salah seorang Hamba yang selalu dirindukan Allah.. menjadi hamba yang disayangi malaikat’ dan Rosulnya..?


aku tau tak mudah tuk mencapai itu semua…akan banyak rintangan yang harus kau lalui..dan itu PASTI…!

Aku mengerti perasaanmu…aku tau apa yang kau rasa..kau cemburu..? takut akan kehilangan…? Sadarkah kau wahai temanku….Sosok itu belum halal bagimu..atau mungkin takkan pernah menjadi milikmu..! janganlah kau siksa batin dan fikiranmu..tak Ibakah….? Sabarlah hingga waktu yang tlah ditentukan...."

Ahh….Nuraniku…trimaksih tlah mengingatkanku selalu…


Indah merasakan ada tetesan bening jatuh dipipinya yang agak tirus, Karena beberapa hari ini dia memang kurang istrahat disebabkan harus lembur setiap malamnya.

Sedih dan bahagia bercampur jadi satu.

Bahagia karena sahabatnya Intan mendapatkan suami yang sholeh, seorang lelaki yang dia tau latar belakangnya. Laki-laki yang baik dan bertanggung jawab, yang juga telah mengisi relung hatinya selama ini.

Nama yang sering mengisi dalam sholat malam nya, dan ternyata Allah telah menjawab doa’-do’anya.. bahwa si pangeran memanglah bukan untuk dirinya, Akan tetapi untuk sahabat yang sangat dia sayangi, seorang sahabat yang telah ikut andil sehingga dia dengan sepenuh hati menggunakan kerudung hingga saat ini.

Dan Indah mengerti mencintai tak mesti menikahi. Akan tetapi menikahi haruslah mencintai yang dinikahi, sesusah apapun itu.

Dia teringat suatu firman Allah Surah An-Nur ayat 26


”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”


Sebuah senyum kecil kembali mengembang di bibirnya, dia menghela nafas panjang dan kembali mengumpulkan puing-puing tenaga yang sempat tercecer karena menerima surat undangan itu. Dan dengan segenap kesabaran dan pengharapan kepada sang Maha Pemilik hati, dia hanya berharap agar Allah mempertemukan dia dengan seseorang yang telah di takdirkan Allah untuk dirinya. Tak lagi mau mendikte Allah.

Karena Boleh jadi yang kita pandang baik untuk kita sebenarnya belum baik dimata Allah
Bahwa pilihan Allah lah yang pasti terjadi dan tidak pernah salah

Selamat Menempuh Hidup Baru wahai Sahabatku…

Selasa, 16 Agustus 2011

Seperti Spasi, Kosong tapi Berarti


Penerbit : Afian Publishing
Penulis : Melsya TK
Harga : Rp. 30.000,-
ISBN : 978-602-97470-3-4

Sabtu, 25 Juni 2011

_Pahlawanku_

Pernah ku lihat lelah di bola matamu
Namun senyum selalu hiasi bibirmu
Meredam bara emosiku yang menggebu
Tak patuhimu padahal baik bagiku

Kau buka mata dan hatiku yang membeku
Ku genggam dunia dengan memahami ilmu
Dalam tertatih tak pernah kau tinggalkanku
Dengan sabarmu ku tahu yang ku tak tahu

Engkau guruku... Apa kabarmu...
Walau dimana berada
Semoga berjuta doa untukmu selamanya...

Ajari kepakan sayapku terbang
Menuju langit tinggi meraih bintang
Kau selalu ku kenang

Seluruh pengabdian yang engkau beri
Meski ku coba dengan sepenuh hati tak akan terganti
Terima kasih oh guruku...
Kau selalu jadi pahlawanku...

Rabu, 25 Mei 2011

_Sesalku_

Kini ku sedang memuja cinta ..
yang telah hilang
Yang ku tinggalkan begitu saja
dan ..
menjauh

Kau memohon tuk kembali kepada diriku
Kejamnya sikapmu menolak semua rasaku

Setelah kau pergi..
Tinggalkan diriku

Bintang pun menangis dan menjauh

Kembalikan rasa.,
menjadi rasaku

Aku pun .. mencari jejakmu

Heavy B'day 22.. !!!


satu tahun usiaku bertambah
satu tahun hidupku pergi
satu tahun kian mendekati akhirku
satu tahun berkurang jatahku

`tuk menikmati hidup
`tuk pelajari ilmu
`tuk amalkan kebajikan
`tuk kumpulkan bekal
`tuk lakukan semua yang diinginkan

semoga satu tahun tak terbuang percuma
semoga satu tahun yang berharga
semoga satu tahun yang penuh warna

semoga di sisa hariku mendapatkan
semua citaku, ambisiku, harapanku, cintaku, inginku, mauku

semoga....
di sisa hariku ada jejak yang tertinggal sebelum akhirnya ku melangkah jauh

happy birthday, met ultah Melsya

tetaplah menapak di bumi
tapi biarkan sayapku mengepak di langit biru

Minggu, 17 April 2011

Burning Fest '11 (Concert Tour)



Segera bulan Mei akan datang, para Metalheads akan dipacu adrenalinnya dengan sebuah gelaran festival. Yang menghadirkan beberapa nama besar pelaku musik metal Indonesia untuk beraksi sepanggung dan sangat ditunggu penampilannya. Burning Fest akan mewadahi keinginan para Metalheads.

Festival yang diprakarsai oleh Spekta Management dan didukung Fortune Entertainment ini, akan menampilkan Burgerkill, Jasad, Beside, Jeruji, Alone at Last, Killed by Butterfly, Infamy, Locust King, Lost Faith, Mortified, Global Unity dan In Place of Hope. Burning Fest kali ini akan diselenggarakan di Lapangan Yon Armed, Cimahi(Bandung).

Be there guy's \m/

Tunggu berita berikutnya, dapatkan info terbarunya dari akun resmi Burning Fest (Facebook: http://www.facebook.com/pages/BURNING-FEST/113737112040973 & Twitter: @burning_fest).

Senin, 21 Maret 2011

^^ Que Sera, Sera ^^

When I was just a little girl,
I asked my mother, "What will I be?
Will I be pretty?
Will I be rich?"
Here's what she said to me:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."


When I was just a child in school,
I asked my teacher, "What will I try?
Should I paint pictures?
Should I sing songs?"
This was her wise reply:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."


When I grew up and fell in love,
I asked my sweetheart, "What lies ahead?
Will we have rainbows
Day after day?"
Here's what my sweetheart said:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."


Now I have children of my own.
They ask their mother, "What will I be?
Will I be handsome?
Will I be rich?"
I tell them tenderly:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be.
Que sera, sera!"

written by Jay Livingston and Ray Evans

Sebuah lagu keren tentang hidup sekarang dan hidup di masa depan. Lagu yang dipetik dari sound track film Alfred Htchcock ini menarik garis tegas untuk membatasi rasa takut. Seolah-olah hendak berpesan untuk hiduplah di masa sekarang!

Jangan takuti masa depan!. Jangan biarkan masa depan membuat manusia resah dan gelisah sejak saat ini. Jangan biarkan rasa resah dan gelisah menghalangi langkah manusia dalam mempersiapkan masa depan. Jangan sampai kebahagiaan saat ini dikacaukan oleh kekhawatiran tentang masa depan. Biarlah kekhawatiran masa depan berada di masa depan, jangan dipaksa hadir sekarang. Biarlah keindahan bunga-bunga padang rumput dimusim hujan menghiasi kehidupan manusia, tanpa diganggu pikiran bahwa bunga-bunga itu akan kering di musim kemarau.