Minggu, 18 Maret 2012

Ciuman..

Terjadinya begitu cepat
Dunia pasti bergetar hebat
Lama ku harapkan ini terjadi
Seperti yang kubayangkan selama ini
Lembut dia menatapku
Lalu menyentuh rambutku
Aku merasa begitu istimewa
Seolah dia benar-benar jatuh cinta
Dia membungkuk perlahan-lahan
Jantungku berdebar cepat, tak tertahan
Dan pada akhirnya
Kami pun berhadapan
Saat bibir kami bersentuhan
Aku serasa meleleh perlahan-lahan
Ciumannya adalah yang termanis
Dari segala yang pernah kurasakan

Cinta..

Waktu yang bergulir tak terasa telah kudekap
"Tiga percintaan... kisah di hidupku!"
Lelah ku menilai sangat menyesak di dada
Bagai dua sisi kulihat berbeda di dirimu
Jika datang detak jantungku berhenti
Hilang semua cemas hati
Dalam hati biru ku bertanya
Jika dapat aku memilih
Cinta mana yang ku pegang
Jauh jika ku kan hayatimu
Usaikan kisahku
Letihku arungi hidup
"Tak dapat ku pilih tiga cintaku ini"
Namun ringankanlah
Kakiku tuk melangkah
Tak ingin sakiti
Lebih baik ku tinggalkan semua
Sendiri lagi...

The Soul .. ?

Hati..
yang terikat rindu
Rindu akan cinta yang tulus
Lelah ku menilai ke arah mana cinta yang akan kupegang
Hingga kutemukan sinar
dalam pancaran matamu
Namun aku tak tahu
pertanda gerangan apakah
biasa atau luar biasa
Suka aku padamu
Tapi apakah rasamu akan sama?
atau hanya aku merasa
Cobalah-cobalah tuk rindukan aku
walaupun sejenak
Aku pasti bahagia
Kini...
akan kutitipkan hati ini kepadamu
agar kau jaga
dan kuinginkan cintamu

Cintaku ..

Cinta itu resah
Penuh dengan liku-liku
Dimanakah aku cari cinta itu
Cinta terkadang bahagia
Menjadi lupa akan segalanya
Waktu begitu cepat
Detik, menit, jam
Itulah waktu
Cinta membuat kita sengsara
Di kala ia datang
Akupun pergi mencarinya
Seperti ada kabut yang menghalanginya
Cinta itu indah
Ketika ia menghampiriku
Akupun dag-dig-dug
Seperti bumi akan kiamat
Cinta itu sebuah keajaiban
Cinta datang secara tiba-tiba
Begitu tanpa kita sadari
Cinta itu rayuan gombal

Kau ..

Kau lelaki terakhir yang ku puja
Kau seorang yang ku sayang
Kau pembawa semangat penerang jiwa
Tapi mengapa manis terbuang sayang
Sepi jauh tak bisa terpungkiri
Perasaan yang timbul di lubuk hati
Dia pelita hati
Pelipur lara kala duka
Bersemayan selalu di hati
Pengobat luka
Wajahnya indah bagai rembulan
Matanya merekah indah
Membuatku terbuai sulit dilupakan
Matanya yang indah selalu terbuai
Sebagai pengobat rindu
Sepi sendiri terasa tersayat sendu memberi

Kau tetap ku sayang dan ku cinta ...

Indahnya Cinta ..

Aku kesepian
Aku butuh teman curhat tentang diriku
Aku benar-benar kehabisan akal
Aku butuh teman untuk membebaskanku
Hingga datang bidadari dari luar kesedihan
Menunjukkan jalan
Yang harus kulalui
Agar aku bertahan
Dengan alasan yang indah
Kini aku tahu bakal mampu menjalani
Berkat kekuatanmu

Aku tahu indahnya cinta
Yang ada dalam dirimu
Aku tahu indahnya kejujuran
Yang ada dalam citra dirimu
Jika datang karena ketulusan
Maka kau tahu bahwa itu benar
Bakal mewarnai jiwamu
Tak ubahnya sebuah pelangi
Dan indahnya cinta ada padamu

Seperti jembatan
Di atas air yang keruh
Kau berdiri di sampingku
Dan cintamu tidaklah salah
Hingga sang dewi dalam dirimu
Memberiku kekuatan tuk mengenali
Agar aku beranjak
Dan bagaimana aku bertahan
Bukannya tiada alasan lain
Kini aku tahu bakal mampu
Berkat kekuatan ajaibmu

Aku ingin berterima kasih padamu
Ku tak tahu bagaimana caranya
Atas penjelasanmu akan sebuah arti
Arti sebuah cinta yang murni
Ketika ku tersesat dan membutuhkan
Kau buka lebar hatimu
Ketika ku ingin kau hibur aku
Kau buka lebar tanganmu
Tak ada hari yang lebih indah
Kau bilang jangan khawatir
Kau tunjukkan pada hatiku
Kau tunjukkan padaku jalannya

Sabtu, 11 Februari 2012

Sekilas tentang Andri Wardiansyah


Andri Wardiansyah lahir 10 April 1989 di Banten dari pasangan Mustandri (ayah) dan Ida Wardani (ibu). Andri adalah anak pertama dari dua bersaudara. Sedangkan adiknya bernama Muhamad Faisal.

Pendidikannya dimulai dari SDN 1 Pandeglang tahun 1995-2001, SMPN 1 Cipasung Tasikmalaya tahun 2001-2002 pada waktu kenaikan kelas 2 pindah ke MTS Model Pandeglang tahun 2002-2004, SMAN 2 Pandeglang.

Bakatnya berkembang dibidang seni musik ketika terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2007 – Pendidikan Seni Musik dengan mengikuti UKM Paduan Suara Mahasiswa Prameswara UPI Bandung, LB jazz bigband, OsBS UPI, dll.

Sebagai seorang pemusik, ia membuat terobosan-terobosan besar yang lalu semakin mengangkat dinamika musik independent ke tataran yang lebih tinggi dan fenomenal. Yang kemudian menjadi sangat personal, dengan segala pencapaianya, Andri tak lantas berubah menjadi sosok yang lain. Ia tetep dengan segala kerendahan hatinya, membumi bersama mereka yang mengusungnya. Keseriusannya dalam berkesenian telah dibuktikan oleh beberapa prestasi yang ia raih.

Saxophone valentinenya tak bisa dipisahkan darinya lasmana dua sisi mata uang. Kegigihanya dalam berdendang menorehkan beberapa karya monumental. Hingga kini terkenang dalam ingatan pecinta musik. Sosok yang tak pernah terlupakan di Scene Pemusik Kota Bandung dan sekitarnya.

Mungkin memang raga Andri telah tiada. Akan tetapi jiwanya akan terus bernyanyi dialam sana dan akan tetap selalu dikenang oleh kita semua sepanjang masa.