Senin, 13 Agustus 2012

Jadilah Seperti Pensil

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
“ Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku ?”
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu PENSIL yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.
Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
“ Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya ”, Ujar si cucu.
Si nenek kemudian menjawab,
“ Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini ”,
Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.
Pertama:
Pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya ”.
Kedua:
Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik ”.
Ketiga:
Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.
Keempat:
Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu ”.
Kelima:
Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan…Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”

Anda sendiri bisa memprediksi Masa Depan Anda !! Caranya bagaimana ?


Dengarkan saja kata2 yang keluar dari mulut Anda.

Dengan memperhatikan kata2 yang keluar dari MULUT Anda,
Anda bisa tahu Masa Depan Anda.

DIJAMIN !!!!!

10 tahun lalu, saya kenal seorang teman yang menderita.
Saya selalu mendengar 'Achmad' berkata :
Hidup ini Payah !
Hidup ini Susah !
Nasibku Jelek !
Saya dikutuk !

Kami tidak bertemu lagi selama 8 tahun.
Dan 3 bulan lalu kami ketemu lagi, dan coba tebak ?

Ya, Hidupnya tetap Susah dan Menderita.

Kata2nya menciptakan KENYATAAN bagi Achmad.

Saya juga punya seorang teman yang miskin.
'Budi' selalu mengatakan :
Saya tidak punya uang !
Saya miskin !
Saya tidak akan mampu membelinya !
Saya tidak bisa memberikan Sumbangan apapun karena uangku sedikit.

15 tahun kami berteman,
dan seperti yang dia katakan, dia selalu kekurangan Uang.

Kata2nya menciptakan KENYATAAN bagi Budi.

Kitab Suci menulis bahwa
LIDAH mu seperti Lengan Kemudi sebuah Kapal.

Seperti Lengan Kemudi,
LIDAHmu mengemudikan Hidupmu.

Masa Depan seperti apa yang Anda inginkan ?

Jangan gunakan KATA2mu
untuk menceritakan Keadaan Jelek Anda sekarang.

Gunakanlah KATA2mu
untuk melukiskan Masa Depan yang Anda inginkan.

Dengan kata lain,
Jangan hanya berkata2 tentang dimana Anda SEKARANG,
tapi Berkata2lah tentang kemana Anda ingin pergi.

Intinya kita terbentuk oleh apa yang kita katakan dan pikirkan ...

Pria Putus Asa

Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup.
Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.

“Tuhan,” katanya. “Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?”

Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.

“Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?”.

“Ya,” jawab pria itu.

“Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik. Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi. Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun. Tapi Aku tidak menyerah.

“Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak,
tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu.
Tapi Aku tidak menyerah.

“Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu.
Tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu.
Aku tidak menyerah,” kataNya.

“Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.
Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.
Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.

"Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku,“ kata Tuhan kepada pria itu.

“Tahukah kamu, anak-Ku, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?”

“Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu.”

“Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,” kata Tuhan.
“Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah.”

“Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi.”.

JENDELA

Sepasang orang muda yang baru menikah menempati rumah di sebuah komplek perumahan.

Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca melihat tetangganya sedang menjemur pakaian.
... "Cuciannya kelihatan kurang bersih ya", kata sang istri.
"Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar.
Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus."

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tdk memberi komentar apapun.

Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberi komentar yg sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.

Seminggu berlalu ...
sang istri heran melihat pakaian2 yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya:
"Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar.
Siapa ya kira2 yang sudah mengajarinya? "

Sang suami berkata,
"Saya bangun pagi2 sekali hari ini dan
membersihkan jendela kaca kita."

Dan begitulah kehidupan ....
Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita
memandangnya..

- Jika hatimu bersih,
maka bersih pula pikiranmu..

- Jika pikiranmu bersih,
maka bersih pula perkataanmu..

- Jika perkataanmu bersih (baik),
maka bersih (baik) pula perbuatanmu..

Hati, pikiran dan perkataan kita mencerminkan hidup kita..

Jika ingin hidup kita berkembang, maju, dan sukses..

Maka kita harus menjaga hati, pikiran, dan perkataan kita...
Karena itulah segala2nya....

Kunci Sukses Hidup

Ketika aku bangun pagi dan merenungkan kunci sukses hidup:
- Jendela kamar bilang: Lihat dunia diluar!

- Langit langit kamar berpesan: Bercita-citalah setinggi mungkin!

- Jam dinding berkata: Tiap detik itu berharga!

- Cermin bilang: Berkacalah sebelum bertindak!

- Kalender berbisik: Jangan menunda sampai besok!

- Pintu berteriak: Dorong yg keras, pergi dan berusahalah...!

Tapi.. tiba-tiba...

- Lantai berbisik: Berlutut & Berdoalah, karena kunci kesuksesan kita harus dimulai dengan DOA..!

Selasa, 10 Juli 2012

mungkin ini yg mau km omongin k aku ay ... tapi kamu gak berani.. kbenarannya kamu sendiri yang tau

Aku bukannya ingin memutuskan tali silaturahmi, aku hanya ingin menenangkan hati ini sejenak. Setelah hati ini netral kembali tanpa ada virus cinta, aku pasti akan kembali berteman denganmu. Jadi, maaf aku harus mem-block akun facebookmu, dan aku juga telah mengganti nomer handphoneku tanpa memberitahumu.

Iya, perasaan itu masih ada, masih kuat seperti dulu. Aku masih deg-degan setiap kali melihat akun facebookmu dan semua hal yang berkaitan denganmu. Aku tau, tidak mungkin lagi bersinggungan denganmu di dunia nyata ini, jadi satu-satunya cara melupakanmu adalah menghilangkanmu dari dunia maya-ku.

Tapi aku masih belum bisa menghapus ribuan smsmu yang tersimpan di handphoneku, foto-foto yang pernah kamu kirim, tulisan-tulisan tentangmu. Dan mungkin aku tidak akan pernah bisa menghapusnya.

Alasan lain aku mem-block facebookmu adalah aku takut suatu saat nanti aku akan melihat update status dan fotomu dengan orang lain, ataupun perubahan statusmu dari single menjadi in a relationship with someone. Aku tau, aku tidak akan bisa menerima itu. Lebih baik aku tidak ''melihatmu'', daripada melihatmu bersama orang lain. Lebih baik aku tidak tau apa-apa tentangmu daripada harus mengetahui bahwa kamu telah bersama orang lain. Egokah aku? Mungkin.


Aku bukannya tetap terpaku pada masa lalu, tidak. Aku hanya belum bisa menghilangkan perasaanku ke kamu. Bukannya disini tidak ada orang lain, yang lebih baik dari kamu banyak. Tapi sepertinya hatiku sudah tertutup, aku yang sengaja menutupnya. Banyak yang datang mendekat, tidak sedikit yang menawarkan cinta, tapi pada akhirnya mereka mundur satu per satu. Mungkin mereka sudah lelah dengan sikapku yang dingin. Aku masih belum mau jatuh cinta lagi, aku tidak mau sakit hati lagi. Yang ini saja sudah cukup parah. Lebih baik mencegah daripada mengobati.


Cinta harus diperjuangkan? Cintaku ke kamu? Aku rasa tidak. Karena kamu membenciku. Aku bukan apa-apa. Aku bukan seseorang yang dapat mengisi hatimu. Bukan aku yang kamu inginkan. Iya aku tau semua itu, karena kamu yang mengatakannya.


Dan tentu saja apa yang kulakukan ini tidak bisa disebut perjuangan. Alih-alih membuatmu kembali mencintaiku, aku malah melakukan hal-hal konyol yang membuatku semakin membenciku. Aku juga menjauhkan diri darimu. It's hurt, you know. Aku ingin seperti dirimu yang dapat dengan mudah melupakan ini semua.


Kamu adalah orang yang paling mengenal aku, saking mengenalnya kamu tau semua sifat jelekku. Tapi yang ku sayangkan, kamu menilaiku terlalu rendah, seolah aku ini sudah tidak mempunyai kebaikan lagi. Seolah aku ini memang seorang penjahat psikopat yang harus dijauhi. Seburuk itukah aku dimatamu, sayang?

Aku juga bingung dengan diriku sendiri, karena aku benar-benar sadar bahwa kamu bukan tipe orang yang pantas untukku. Bahkan kamu adalah kebalikan dari tipeku. Begitu banyak perbedaan diantara kita. Kita ini bagaikan es dan api yang akan saling menghilangkan jika disatukan. Aku sadar memang sudah seharusnya kita berpisah dan menjalani hidup masing-masing. Aku bukan tipemu, begitupun kamu yang bukan tipeku. Tapi kenapa hati ini selalu menginginkanmu? Ah inilah susahnya jika logika dan hati saling mengkhianati.

Sudahlah, kalo jodoh gak lari kemana. If it's meant to be, it will be. If not, it won't. As simple as that.

Jadi aku ini seperti sedang menantang takdir, ingin mendapat pembuktian apakah jodoh itu memang ada? Jika kamu untukku dan aku memang untukku, tentu kamu akan kembali mengimami sholatku. Bukan hanya sholat maghrib seperti waktu itu, tapi juga menjadi imam di setiap sholatku. Tapi kalo kamu bukan jodohku, aku yakin seseorang di luar sana akan menemukanku dan membuatku lupa akan dirimu. Ya lihat aja nanti,, everything is gonna be okay,,


Aku hanya melakukan apa yang menurutku terbaik untuk saat ini. Perkara aku akan menyesalinya atau tidak, itu urusan belakangan. Yang penting sekarang aku ingin menyelamatkan hatiku dulu. Jujur saja, kamu membuatku jadi labil seperti abege. Yeah mungkin aku akan penasaran dengan kabarmu, tapi lebih baik seperti itu daripada aku harus menjadi labil setiap kali "melihatmu". Goodbye cinta, rindukan aku ya,, haha